Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Saturday, 13 September 2014

Keluhan dan Keberuntungan Wanita (Istri)

Sifat dasar manusia adalah berkeluh kesah dan putus asa, bila ditimpa musibah, masalah dia berkeluh kesah tapi bila diberi nikmat rahmat dia menjadi kikir alias pelit. Itulah sifat manusia yang dijelaskan Allah dalam Qur'an. Dan jenis manusia yang paling banyak mengeluh adalah wanita atau perempuan.

Sebagaian wanita mengeluh karena mereka harus hidup sebagai seorang wanita, seperti yang kita lihat dialog di bawah. Mereka iri dengan laki-laki yang dipandangnya lebih beruntung dari mereka. Mereka seperti tidak ridho dengan ketentuan Allah SWT terhadap mereka.

"Aduh, tutup sini , tutup sana. Susah banget. Jadi laki-laki enak. Tak pakai baju pun taka apa-apa. Perempuan auratnya banyak banget "

"Kenapa kita para isteri kalau mau keluar harus minta izin dari suami kita, padahal suami kita kalau mau keluar kemana-mana pun tak pernah bilang kita."

"Jika kita mengikuti ketentuan faraid dalam hal warisan, rugi deh kita. Sebab bagian warisan perempuan lebih sedikit dibandingkan bagian lelaki. Kami ingin keadilan! "

"Kenapa Allah jadikan wanita hamil dan sakit saat melahirkan anak. Sedangkan suami kita enak-enak saja? Waktu mau buat anak kita dicari, tapi pas mau beranak kita hadapi sendiri! "

"Islam bilang kita perempuan wajib taat pada suami, tapi mana ada aturan suami perlu taat pada istrinya? Mana keadilan pada kaum hawa? "

"Kalau mau cerai, suami yang punya hak menjatuhkan talak. Kenapa istri tak bolek ceraikan suaminya? Kenapa? "

"Wanita nggak bisa beribadah seperti pria, karena ada haid dan nifas. Wanita juga ingat dapat banyak pahala ! "

Lalu muncul organisasi yang membela kepentingan wanita dan menuntuk persamaan gender. Bahkan secara secara khusus di banyak Negara pun ada gerakan-gerakan perjuangan buat wanita.

Akhirnya kaum lelaki pun bilang, "Ah, untung aku jadi laki-laki!"

Tunggu dulu ..!

Istigfarlah wahai para wanita yang punya perasaan seperti di atas. Cobalah kita renungkan fakta-fakta dan jawaban-jawaban dibawah ini.

"Saudariku semua para muslimah, Islam lah yang mengangkat derajat wanita dalam masalah aurat wanita. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan disimpan di tempat yang paling aman dan terbaik. Anda punya emas dan permata, apakah akan anda letakkan begitu saja di pinggir jalan yang semua orang bisa melihatnya bahkan mungkin akan membawanya lari?

Kenapa pria hanya bawah pusat sampai lutut saja? Jika anda melihat melihat pria memakai celana saja, apakah nafsu anda akan bangkit? Tidak khan? Tapi jika anda hanya memakai celana, apalagi pendek, orang alim pun mungkin akan tergoda!

"Ok, istri harus taat pada suami. Jadi, pria bagaimana? Suami harus taat juga kepada ibunya tiga kali lebih besar dari ayahnya, meskipun dia sudah berkeluarga. Istri tidak perlu lagi, taatnya hanya pada suami. Kenapa anda perlu taat pada suami? Karena suami kalian lah yang menanggung dosa yang kalian lakukan! "

"Benarkah wanita menerima warisan lebih sedikit dari pria? Tidak juga, pada akhirnya semua milik pria akan diberikan pada wanita juga khan? Karena kewajiban pria mencari nafkah. Dan wanita berhak melakukan apa saja yang dia inginkan terhadap harta itu.

"Selamat sebab anda bisa mengandung dan melahirkan. Setiap kali anda hamil, wanita itu didoakan oleh semua makhluk dan malaikat! Beruntungnya anda para wanita! Andaikan nanti anda meninggal ketika melahirkan, percayalah ... itu mati syahid dan ganjarannya surga. Ya, surga menanti anda! Karena itu tak banyak wanita meninggal saat melahirkan, malah beranak 15 kali pun sehat sampai tua! "

"Akhirat nanti, kami para pria dan orang lain di dunia ini akan diminta pertanggung jawaban atas empat jenis wanita. Siapa? Mereka adalah istri, ibu, anak perempuan dan adik perempuan. Tahu maksudnya? Anda nanti di akhirat, akan dibantu oleh empat pria! Siapa mereka? Mereka adalah suami, ayah, adik atau kakak bahkan anak lelaki anda! "

"Mau beridabah seperti pria? Mudah sekali bagi anda untuk ke surga? Ya, anda sebagai wanita bisa masuk setiap pintu surga yang anda sukai.Ada empat cara anda bisa ke surga. Apa itu? Shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dan mau tahu apa satu lagi? Taat pada suami anda. Itu saja dasarnya! "

Jadi…beruntungnya anda para wanita. Dan sungguh Allah maha adil bukan? Jadi jangan lagi mempertanyakan keadilan Allah dan ketentuanNya kenapa Dia menciptakan anda sebagai seorang Wanita…

- Sumber : http://berkah2013.blogspot.com/2013/04/para-wanita-jangan-mengeluhanda-sangat.html

Thursday, 7 August 2014

Pemakai Jilboobs seksi, Berpakaian Tapi Telanjang

Berjilbab kini menjadi tren baru bagi kaum remaja dan wanita muslimah. Selain melihat sekelompok artis yang mulai gandrung memakainya, pengggunaan jilbab kini dianggap lebih praktis dan mudah. Munculah tren berjilbab tapi masih berbusana ketat yang menonjolkan lekuk tubuh.

Kini muncul istilah Jilboobs, sindiran untuk mereka yang berjilbab tapi memperlihatkan aurat. Padahal wanita muslimah seharusnya berhijab hingga menutupi dada dan berpakaian longgar.

"Remaja itu sangat gandrung fashion, dan kreatif. Jadi kreatif itu sendiri melihat tren pakai jilbab tengah menjadi tren, artis-artis lain pakai," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com.

Walau sudah memakai hijab, namun banyak di antaranya yang ingin tetap menonjolkan bagian-bagian yang dianggap memiliki kelebihan. Hal itulah yang kemudian membuat remaja perempuan masih memilih pakaian-pakaian ketat.

"Kemudian sisi-sisi erotis tetap ditonjolkan untuk menarik perhatian lawan jenis. Ini terjadi di kota-kota besar di tengah kebebasan berekspresi, memakai pakaian modis dari berbagai jenis muncul kreasi-kreasi baru," tandasnya.

Dengan berjalannya waktu, pakaian hijab yang dikenakan kaum remaja ini mendapat protes keras dari penganut konvensional. Mereka berpandangan, jilbab seharusnya dipakai untuk menutup aurat, bukan sekedar pakaian modis atau menarik perhatian lawan jenis. Musni pun berharap para pengguna Jilboobs memperbaiki gaya busana sesuai syari.

"Sebaiknya tidak menonjolkan hal-hal yang bisa memancing birahi dari laki-laki," paparnya.

sebaiknya kaum wanita muslimah merenungkan hadits Rasulullah SAW dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berikut ;

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang selalu bersama cambuk bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka berjalan dengan melenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga & tidak mencium baunya, padahal bau surga bisa tercium dari jarak demikian & demikian”. [HR. Muslim]

Wednesday, 5 February 2014

Pimpinan Yang Baik Tidak Mengucapkan Kalimat Ini

fauzi bahar dan sugana
Komandan atau pemimpin Arogan, mulutnya tidak dibandrol atau tidak mengerti sopan santun berbicara terhadap anak buah kadang kita temui di kantor. Dave Kerpen, CEO Likeable Lokal, menulis sebuah artikel di LinkedIn tentang 10 hal yang sebaiknya tidak dikatakan oleh seorang bos atau atasan kepada karyawan atau bawahan.

Untuk mengumpulkan data ini, Dave bertanya kepada 10 orang atasan dari perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang secara pesat dan tergabung dalam Young Entrepreneur Council (YEC), tentang pendapat mereka akan hal-hal yang sebaiknya tidak dikatakan kepada karyawan-karyawan mereka.

Berikut adalah jawaban mereka, ditambah dengan pendapatsaya sendiri, mengutip keterangan pers LinkedIn, Rabu 5 Februari 2014:

1. "Klien itu menyebalkan!"
Kita semua pernah berada di bawah tekanan dalam memenuhi deadline yang diberikan oleh klien. Apabila kita menunjukkan perasaan tertekan ini kepada karyawan, semangat bekerja mereka akan mengendur.

Pastikan agar mereka tetap fokus dan memberikan perlakuan yang sama untuk setiap klien, meskipun klien itu merupakan klien terbesar yang Anda miliki. [Vinny Antonio, President, Victory Marketing Agency]

2. "Sayalah bos di sini!"
Tidak ada orang yang ingin bekerja untuk sebuah perusahaan yang tidak menghargai komitmen karyawannya dan tidak memperlakukan karyawan secara manusiawi.

Jangan berharap bahwa karyawan akan tunduk pada perintah karena jabatan yang Anda miliki. Setiap keputusan harus berupa dialog. Meskipun Anda memegang peranan dalam pengambilan keputusan akhir, jangan pernah gunakan alasan "sayalah bos di sini!" untuk mengambil keputusan apapun. [
Geoffrey Stenrick, President, SimpleRay]

3. "Saya (terlalu) sibuk!"
Ini adalah pernyataan singkat yang kasar, yang menunjukan bahwa Anda tidak berempati kepada karyawan. Hal ini juga membuat mereka merasa bahwa pekerjaan mereka tidak penting.

Daripada berkata bahwa Anda terlalu sibuk, jadwalkan waktu di masa mendatang setelah Anda sudah tidak sibuk. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka karena Anda mendengarkan mereka.

Dengan begitu, Anda menghargai dan secara tulus memberikan perhatian terhadap apa yang mereka kerjakan. [
Joshua Konowe, Founder and CEO, Uppidy]

4. "Ada gosip apa?"
Jika Anda memimpin sebuah perusahaan, Anda adalah orang yang membentuk budaya kerja di perusahaan tersebut. Menyebarkan gosip tentang karyawan menunjukkan pada karyawan lain bahwa gosip adalah suatu hal yang diperbolehkan, yang pada akhirnya akan membahayakan hubungan antar karyawan.

Jadi sebagai pemimpin, jangan sebarkan gosip di kantor. [
Allie Siarto, Co-Founder, Director of Insights, Loudpixel]

5. "Kamu bodoh, ya?"
Menjadi frustasi karena kesalahan yang dilakukan oleh karyawan Anda sangat mudah, namun pernyataan ini menunjukkan keraguan Anda terhadap kemampuan mereka.

Hal ini tidak hanya membuat mereka berpikir bahwa mereka telah melakukan sebuah kesalahan yang fatal, tapi juga menunjukkan ketidakpercayaan Anda terhadap kemampuan yang mereka punya. Hal ini hanya akan memperburuk situasi. [
Kelly Azevedo, Founder, She's Got Systems]

6. "Di sini cuma Anda yang bermasalah."
Perkataan ini membuat karyawan merasa terasingkan. Ini akan mematahkan semangat dan membuat mereka merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Kebanyakan masalah adalah masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang.

Sebagai pemimpin, Anda ingin mendapatkan solusi untuk suatu masalah, dan Anda dapat mencari solusi untuk masalah spesifik di Internet dengan mesin pencarian seperti Google. [
George Mavromaras, Founder dan President, Mavro Inc. | Praetor Global LLC]

7. "Saya Tidak Mau Tahu!"
Anda harus peduli terhadap seluruh aspek dari bisnis Anda, baik hal besar maupun kecil. Jika Anda mengatakan kepada karyawan bahwa Anda tidak peduli terhadap suatu hal, maka mereka akan bertanya-tanya, mengapa mereka harus peduli akan hal tersebut?

Beri perlakuan yang sama untuk seluruh aspek dari bisnis Anda, agar karyawan merasa bangga dengan hasil pekerjaan mereka. [
Josh Weiss, Founder and President, Bluegala]

8. "Kerjakan, (karena) saya tidak mau lakukan."
Sebagai pemilik usaha dan seorang atasan, kita harus mau melakukan apapun untuk menyelesaikan pekerjaan. Jangan pernah minta seorang karyawan untuk melakukan apa yang Anda sendiri tidak mau lakukan.

Jika saya telah memberikan tugas banyak yang rumit, saya selalu bersedia membantu. Sebagai pemimpin, berikan contoh yang baik. [
Laura Land, CFO/COO, Accessory Export, LLC]

9. "Jangan berdebat dengan saya!"
Sebaiknya, atasan tidak melarang karyawan untuk berdebat atau berbeda pendapat. Terkadang Anda melakukan kesalahan, dan sangatlah penting jika karyawan bisa memberi pendapat tentang hal tersebut.

Mendengar pemikiran dan ide karyawan Anda merupakan hal yang sangat penting dalam membangun sebuah bisnis. [
Ben Lang, Founder, Mapped In Israel]

10. "Kami selalu melakukan hal tersebut dengan cara ini"
Hanya karena sesuatu sudah dikerjakan dengan cara yang sama dan berkala, selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, bukan berarti cara tersebut adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah.

Berikan keleluasaan kepada karyawan untuk memikirkan dan menyarankan solusi baru. Keterbukaan melahirkan kreativitas, dan kreativitas melahirkan inovasi.

Sebuah perusahaan startup sangat membutuhkan inovasi-inovasi, baik inovasi yang diciptakan oleh CEO maupun karyawan magang. [
David Adelman, Founder dan CEO, Reel Tributes] 

sumber ; viva

Tuesday, 28 January 2014

Cara Mengendalikan Emosi (Marah) Ala Nabi SAW

cara mengatasi marah
Belajar Mengendalikan Emosi dari Rasulullah. Ketika Rasul SAW berjalan bersama Anas ra, tiba-tiba ada seorang Badui mengejar dan serta merta menarik serbannya dengan keras. Anas berkata, "Aku melihat bekas tarikan serban kasar itu pada leher Rasul." Lalu Badui berkata, "Wahai Muhammad, berilah aku dari harta Allah yang ada padamu."

Rasul menoleh sambil tersenyum lalu memerintahkan sahabat agar memberikan harta cukup banyak kepadanya. Sikap Nabi ini menggambarkan betapa hebatnya kemampuan beliau dalam mengendalikan emosi. Beliau disakiti, dihinakan di depan orang, dan dimintai sedekah secara paksa, tetapi beliau tidak marah.

Kemarahan adalah ketegangan jiwa yang muncul akibat penolakan terhadap apa yang tidak diinginkan, atau bersikukuh dengan pendapat tertentu tanpa melihat kesalahan atau kebenarannya.

Secara psikologis dan medis, kemarahan merupakan suatu sikap emosional yang berdampak negatif pada jantung. Saat marah, terjadi perubahan fisiologis seperti meningkatnya hormon adrenalin yang akan memengaruhi kecepatan detak jantung dan menambah penggunaan oksigen. Kemarahan akan memaksa jantung memompakan darah lebih banyak sehinga bisa mengakibatkan tingginya tekanan darah. Akibatnya bisa fatal bila pemarah tersebut memiliki penyakit darah tinggi atau jantung.

Hasil penelitian modern menyimpulkan bahwa kemarahan berulang-ulang bisa memperpendek umur karena diserang berbagai penyakit kejiwaan dan penyakit jasmani. Di sini letak urgensinya larangan marah. Ketika seorang laki-laki datang kepada Rasul SAW lalu berkata, "Berilah aku nasihat." Rasul bersabda, "Jangan marah." Lelaki itu mengulangi permintaannya beberapa kali, tetapi beliau tetap menjawab, "Jangan marah." (HR al-Bukhari).

Dampak kemarahan akan semakin parah saat dalam keadaan berdiri, karena semua urat dan otot mengencang sehingga meningkatkan jumlah hormon adrenalin. Keadaan seperti ini bisa mengakibatkan penyakit kanker. Berbeda kalau dia duduk, maka adrenalin akan menurun.

Dan, apabila mengingat Allah lalu berlindung kepada-Nya dari kejahatan setan maka akan menghasilkan ketenteraman hati secara signifikan. "Bila salah seorang dari kamu marah dalam keadan berdiri hendalah duduk, bila kemarahan masih belum hilang hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).

Dalam ilmu jiwa, akar dari emosi adalah ketidakpuasan terhadap sesuatu. Saat berlindung kepada Allah dari setan berarti dia mengakui bahwa emosi adalah perbuatan setan, dan emosi bisa dihalau dengan cara meyakini bahwa kebaikan dan keburukan semua datang dari Allah dan dia harus selalu rida dengan ketentuan-Nya.

Saat Rasul SAW melihat seorang sedang marah besar beliau bersabda, "Aku akan ajarkan kalimat-kalimat kalau dia membacanya akan hilang kemarahannya. Kalau dia mengucapkan A'udzubillahi min as syaithoni ar rajiim pasti akan hilang amarahnya." (HR Bukhari dan Muslim).

Belakangan ini sering terjadi kerusuhan, tawuran, dan tindakan anarkis. Sudah pasti hal itu diawali emosi yang tidak terkendali. Orang kuat dalam Islam adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Agar tidak marah kita harus mengingat Allah yang selalu mengawasi kita dan bersikap toleran. Obat manjur ketegangan jiwa adalah sikap toleran. (republika)

Wednesday, 4 September 2013

Gula Pasir yang Merasa Dilupakan

Gula Pasir - wanbul
Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirop.

Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, “Ini teh manis.” Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.

Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan ‘kopi gula pasir’. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti.

Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perannya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis. Berbeda sekali dengan sirop.

Dari segi eksistensi, sirop tidak hilang ketika bercampur. Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, “Ini es sirop.” Bukan es manis. Bahkan tidak jarang sebutan diikuti dengan jatidiri yang lebih lengkap, “Es sirop mangga, es sirop lemon, kokopandan, ” dan seterusnya.

Gula pasir pun akhirnya bilang ke sirop, “Andai aku seperti kamu.”

**

Sosok gula pasir dan sirop merupakan pelajaran tersendiri buat mereka yang giat berbuat banyak untuk umat. Sadar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir.

Kalau saja gula pasir paham bahwa sebuah kebaikan kian bermutu ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sadar bahwa setinggi apa pun sirop dihargai, toh asalnya juga dari gula pasir. Kalau saja para pegiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, “Andai aku seperti sirop!” (Mn-EM)

Monday, 26 August 2013

Menganggur Itu Bukan Nasib Tapi Pilihan

Menganggur Itu Bukan Nasib Tapi Pilihan
Bapak yang sudah renta itu mondar-mandir gelisah di tengah rumah. Anak pertamanya sudah enam bulan setelah mengecap kelulusan di fakultas pertanian di salah satu universitas negeri, belum kunjung jua mendapatkan kerja. Kesehatan bapak tua itu sudah tertelan usia dan hanya anak pertama ini yang bisa menjadi tumpuan membantu ketiga adiknya bersekolah.

Keringat yang diperasnya untuk biaya kuliah dengan berjualan sayur di pasar dirasakan tidak membuahkan apa-apa. Anak kesayangannya hanya menjadi pengangguran sukarela. Pengangguran atas pilihannya sendiri. Bekerja dengan upah rendah tidak mau diterimanya sebab tidur di rumah lebih baik daripada bekerja dengan upah kecil, pikirnya.

Dengan gusar dan sedikit memaksa, bapak itu berkata pada anaknya suatu kali, “Besok pagi jam dua kamu harus pergi jualan sayur, menggantikan Bapak di pasar.”

Si anak mengernyit, ia segera berujar, “Saya malu, Pak. Saya insinyur pertanian, mengapa harus jualan sayur di pasar?”

“Apa orang di pasar mengenal kamu dan peduli sama kamu kalau kamu seorang insinyur?”

Anaknya tertunduk diam tidak mampu memberikan jawaban.

Di pagi buta, akhirnya anak itu terpaksa menggantikan bapaknya jualan di pasar. Ketika berjualan dia merasa tidak ada yang memperhatikan dia. Tidak ada yang peduli bahwa dia seorang insinyur. Semua sibuk dengan aktivitas berjual dan membeli. Si anak pun akhirnya larut membaur.

Dengan pengetahuannya yang dimiliki sebagai insinyur pertanian, dia menjajakan sayur dan ketika menjualnya dia menerangkan tentang kandungan-kandungan gizi dan vitamin di dalam sayur.

Ketika pulang dari pasar, bapaknya bertanya, “Apa ada yang peduli sama kamu bahwa kamu seorang insinyur?”

Si anak menggeleng.

“Apa ada yang menghina kamu jualan sayur sebab kamu bergelar insinyur?”

Si anak kembali menggeleng.

“Bagus. Sekarang kamu sudah belajar, Nak. Teruskan dan abaikan rasa sombong dalam dirimu.”

Karena didukung pendidikan dan pengetahuan tentang sayur-mayur, akhirnya jualan sayurnya menjadi yang paling laku di pasar. Setahun kemudian dia telah menjadi pengusaha sayur terkenal.

Pengangguran itu pilihan bukan nasib, jadi bekerjalah semampu kita dan kita akan menjadi orang terhormat. (IP)

Oleh: Rosadi Alibasa, Direktur Shakira Group Company

Monday, 12 August 2013

Hadiah Wisuda Sebuah Alquran Plus Mobil, Namun...

Seorang pemuda sebentar lagi akan di wisuda, artinya dia akan segera menjadi sarjana. Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobil sport, keluaran terbaru dari Ford. Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya. 

Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya, bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan keteman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,… bukan sebuah kunci ! Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. 

Dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Kitab Suci yang bersampulkan kulit asli, dikulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, “Yaahh… Ayah memang sangat mencintai saya, dengan semua uang ayah, ayah belikan alkitab ini untukku ? ” Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Dia mempunyai rumah yang besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas. Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendiri. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa kasihnya pada anak itu. Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam.

Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya.

Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelak terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Kitab Suci itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu. Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Kitab Suci itu, dan mulai membuka halamannya. 

Di halaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segala apa yang ada di dunia ini”
Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Kitab Suci itu. Dia memungutnya,…. sebuah kunci mobil ! Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Alkitab itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu. Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam. bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga.

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati.

(Chicken Soup for muslim, safa press)