Showing posts with label misteri dan gaib. Show all posts
Showing posts with label misteri dan gaib. Show all posts

Monday, 31 March 2014

Dimana Pesawat MH370 (Teori Konspirasi)

Akhirnya ditemukan keberadaan Pesawat MAS MH370 milik malaysia. Apakah pesawat MH370 dibajak, apakah kecelakaan, atau sengaja dihilangkan oleh State Terorism ? Apakah penumpang peswat MH370 masih hidup dan selamat tapi dimana ? atau kalau meledak dimana serpihannya? berbagai pertanyaan muncul dibenak setiap orang yang mengetahui hilangnya pesawat penumpang sipil komersil milik maskapai Malaysia, seperti Garuda Indonesia.

Sebuah teori konspirasi mulai beredar didunia maya terkait raibnya pesawat naas tersebut yang kami copas dari sebuah tulisan pada artikel di kompasiana ;

Saat Pasukan Amerika Serikat menarik diri dari Afghanistan, salah satu dari peralatan komunikasi untuk komando dan pengendalian yang biasa digunakan untuk mengendalikan pesawat UAV mereka (ingat ! ini salah satu senjata yang dikabarkan digunakan untuk menyergap Osama Bin Laden) dibajak oleh gerilyawan Taliban.

Pembajakan ini dilakukan saat gerilyawan Taliban mencegat iring-iringan kendaraan militer pasukan AS yang hendak bergerak pulang ke AS, menuju bandara di suatu daerah perbukitan di Afghanistan.

Serangan gerilyawan Taliban tersebut menewaskan 2 personil militer AS, merampas segala peralatan militer yang penting termasuk yang bersifat “rahasia”, yaitu “command and control system” yang tersebut di atas, seberat 20 ton dan sedang di pak terpisah dalam 6 peti kayu. Peristiwa ini berlangsung pada bulan Februari 2014. Sayang tanggal pastinya tak disebutkan.

Gerilyawan Taliban menginginkan uang dari hasil penjualan “senjata rahasia” tersebut.

Kepada siapa?

Siapa lagi jika bukan Russia atau RRC. Dan pemerintah China adalah pemenang nya. Mereka berani bayar mahal, dan segera mengirimkan 8 orang agen intelijen nya ke Afghanistan, markas Taliban setempat, dan melakukan analisa dan cek fisik atas “barang dagangan” yang ditawarkan.

Kesepakatan bisnis dicapai, jutaan US Dollar dikabarkan dibayarkan kepadagerilyawan Taliban.

Bayangkan ! Dengan alat itu, jika berhasil menemukan “cracking code” nya…..berhasil mempelajari titik kelemahannya, atau bahkan membuat tiruannya, betapa tidak berguna nya UAV (Pesawat intai tanpa awak/drones) milik AS di medan perang manapun. Apalagi jika berkonflik dengan RRC !!

Singkat kata, diputuskan lah bahwa keenam peti kayu berisi peralatan komando yang dianggap senjata rahasia rampasan perang tersebut, entah bagaimana suatu hari di awal Maret 2014, transit di kargo Kuala Lumpur International Airport, Malaysia, untuk selanjutnya dibawa ke Beijing RRC, sebagai kargo samaran…..rute pengirimannya pun tak langsung dari Afghanistan yang lebih dekat ke RRC, namun di “putar” terlebih dahulu ke Malaysia agar tak mencurigakan pihak AS dan sekutu nya.

Namun sebelum dibawa langsung ke Beijing, kargo tersebut dititipkan sementara di Kedubes RRC di KL,Malaysia.

Sementara itu pemerintah AS melalui badan intelijennya seperti CIA, dan NSA tak tinggal diam.

Mengetahui ada “senjata rahasia berbahaya” yang hilang dicuri, mereka pun segera mengontak sahabat karib mereka…Agen Rahasia Israel yang terkenal kehandalannya di dunia intelijen internasional sejak tahun 1950-an. Mereka berhasil menjejaki dan melacak keberadaan kargo “tak wajar” ini di Malaysia. Dan mereka memutuskan untuk membuntuti lalu merampas balik di saat yang tepat. Bila perlu dengan teknik sabotase ataupun pencegatan konvoi ala gerilyawan Taliban di atas.

Di sisi lain, Pemerintah RRC memutuskan hanya menyimpan kargo “tak wajar” selama satu hari. Diputuskan bahwa kargo ini akan “dititipkan” pada pesawat terbang sipil yang tak mencurigakan, untuk menghindari agen intelijen AS yang mereka sadari tak akan tinggal diam.

Singkat kata dipilihlah, flight Malaysian Air System (MAS) nomor penerbangan MH-370, yang terbang menjelang tengah malam dar KL, dengan ETA (estimated time arrival) di Beijing sekitar 4,5 jam setelah lepas landas dari KL. Mungkin sekitar pukul 5 atau 6 pagi waktu Beijing.

Di dalam daftar penumpang, diisukan terdapat 5 WN AS dan agen rahasia Israel (MOSSAD) yang telah terlatih dengan pengendalian pesawat terbang Boeing. Dicurigai, dua WN Iran yang menggunakan passport curian, sebenarnya adalah para agen Israel yang menyamar tersebut.

Dengan kecanggihan alat sadap mereka….dicurigai, pada saat kontak terakhir co-pilot Fariq dengan tower KLIA menjelang perbatasan Vietnam pukul 01.30 waktu Malaysia, saat itulah para agen rahasia AS tersebut melakukan jamming signalterhadap sistem pengendalian dan komunikasi pesawat, serta mengambil alih kemudi pesawat dengan remote control.

Dikabarkan, setelah peristiwa Menara WTC 9/11 tahun 2001, seluruh pesawat Boeing dihubungkan dengan sistem remote control agar pesawat dapat dikendalikan oleh pihak selain pilot, dari darat (tower) ataupun pesawat intai militer seperti AWACS.

Tujuannya untuk menghindari pembajakan pesawat yang mengambil alih kemudi pesawat seperti peristiwa tanggal 9 September 2001. Kendali pesawat dapat dilumpuhkan dari dara atau pesawat AWACS yang mengikuti pesawat yang dibajak, sehingga diharapkan upaya pembajak mengarahkan pesawat sesuai keinginan mereka, dapat dicegah.

Kelima agen rahasia AS dan Israel tersebut mengambil alih sistem kemudi pesawat segera, dan membelokkan arah penerbangan ke arah barat. Mengapa?

Ini misi hendak menyabot operasi intelijen RRC. Maka adalah hal konyol jika terbang menuju timur seperti Filipina dan Guam yang sebenarnya terdapat pangakalan militer AS yang dapat dengan mudamenyelamatkan/mendaratkan pesawat tersebut. Namun rutenya harus melalui Laut China Selatan yang saat ini sedang habis-habisan dipantau oleh segenap radar maupun alutsista RRC, akibat konflik sengketa wilayah yang melibatkan 6 negara, termasuk RRC dan Filipina.

Radar militer milik Malaysia, Thailand dan India sebenarnya telah melacak pesawat “tak dikenal” saat itu. Namun sayang nya reaksi mereka tidak cepat atau memang dibuat begitu?

Pesawat MH 370 terbang di atas laut Sumatra Utara, Kep. Anambas Selatan India dan mendarat di Maladewa untuk isi avtur (Inilah yang menyebabkan beberapa nelayan di wilayah tersebut bersaksi sempat melihat “penampakan” pesawat tersebut.

Tujuan selanjutnya, pesawat Boeing 777-300 ER MAS flight MH 370 beserta seganap awak, penumpang dan terutama kargo nya, akan diterbangkan ke pangkalan militer AS dan Inggris di pulau atol Diego Garcia di tengah Samudera Hindia. Yang hanya beberapa ribu kilometer jaraknya dari Maladewa. Lebih dekat daripada jarak KL-Beijing.

Di sana, kargo dipindahkan, diduga juga bersama Black Box nya agar pesawat tak terlacak jika jatuh.

Dari Diego Garcia, pesawat selanjutnya diterbangkan lagi, kali ini melaui perangkatremote control yang dimiliki US Air Base Diego Garcia, berarti juga kelima agen rahasia dan kargo “curiannya” tetap di P. Diego Garcia.

Sementara awak pesawat dan penumpang entah disengaja atau tak sengaja, dibuat tak sadarkan diri akibat kekurangan oksigen. Hal ini dapat dilakukan sesuai teori seorang ahli penerbangan tanggal 12 Maret 2014, dengan menerbangkan pesawat di atas ketinggian normal seperti 45.000 kaki (ketinggian normal pesawat jenis ini adalah 35.000 kaki). Pada kondisi seperti itu, manusia di dalam pesawat bukan hanya dapat pingsan….namun tak menutup kemungkinan tewas, karena kehabisan oksigen akibat tipisnya tekanan udara.


Misi rahasia ini tak boleh meninggalkan saksi.

Pesawat kemudian dijatuhkan ke tengah Samudera Hindia dengan kecepatan tinggi, sehingga hancur berkeping-keping.

Jika melihat ulasan di atas, sebenaranya kesimpulan-kesimpulan dan dugaan yang selama ini beredar sudah “menyerempet-nyerempet” ke sana. Namun sengaja dibuat simpang siur, karena memang para pelaku tak ingin segra ketahuan.

Diarahkan dulu mencari ke Laut China Selatan, lalu bergeser ke arah barat, yaitu Selat Malaka, lalu lama-lama informasi digiring ke arah Samudera Hindia, setelah sebelumnya sempat dicurigai mengarah ke utara (Kazakhstan yang letak nya berdekatan dengan Afghanistan !!)


Di sisi lain, mereka juga tak akan nyaman jika pesawat tersebut hilang tanpa jejak…..oleh karena itulah AS kemudian mengarahkan negara sekutunya, yaitu Prancis dan Australia untuk mendapatkan “titik terang” dimana seahrusnya mencari pesawat MH 370 yang hilang tersebut.

Sekitar 2.500 km sebelah Barat Perth, sebagaimana yang heboh ditelusuri pesawat militer, kapal dagang sipil dan kapal perang dari India, Norwegia, Australia, Jepang, RRC dan AS (nah ini nih biang keroknya), selama seminggu terakhir ini.


Hampir saja mereka keduluan RRC, yang penginderaan satelit militernya ternyata tanggal 20 Maret 2014 lalu juga sempat mengindera objek mengapung pada lokasi yang berdekatan dengan yang ditemukan oleh satelit Inggris, Prancis, dan Australia sebelumnya.
1395724198453243073
Lokasi diduga jatuhnya MH 370 (www.tempo.co.id)
Perhatikan betapa besarnya upaya pengarahan alutsista RRC dalam mencari pesawat yang membawa 120-an warga negaranya ini. Namun untuk apa, RRC yang dikenal amat menjaga kerahasiaannya sampai terpaksa mengumbar segala alutsista nya seperti pesawat intai militer Il-76 Ilyushin, kapal perusak anti rudal sepanjang lebih dari 150 meter, kapal perang canggih lainnya. Jangan-jangan kapal selam mereak pun ikut “turun gelanggang”.
13957243222002293788
Pesawat militer RRC yang dikerahkan mencari MH 370 (www.abc.net.au)
Ya, diduga karena ada kargo “khusus” yang amat mereka tunggu kedatangannya, terbawa di pesawat nahas tersebut, dan mereka harus adu cepat menenmukannya sebelum pihak AS dan sekutunya menemukannya dan merebut balik.

Ini semua hanyalah sebuah teori konspirasi dari seseorang pengamat intelijen Indonesia yang tak sudi disebutkan identitas nya.
1395724248592366522
Ratapan keluarga korban setelah pengumuman PM Malaysia 24 Maret 2014 (www.abc.net.au)
Itulah sebabnya hingga hari ini, banyak pihak di Indonesia baik pengamat dunia penerbangan, praktis seperti ketua asosiasi, pilot, petugas ATC, termasuk keluarga korban yang masih tak percaya pesawat jatuh karena kerusakan teknis, malah ada yang menganggap penumpang masih hidup, tak peduli pidato pernyataan PM Malaysia Najib Razak tanggal 24 Maret 2014 yang mengatakan bahwa kemungkinan tak ada yang selamat dari keceakaan tersebut.

Percayakah Anda akan teori ini?

Saturday, 8 June 2013

Fenomena Api dari Yaman Telah Muncul

Api dari Yaman Telah Muncul
Secara tiba-tiba api dan asap keluar dari perut bumi di salah satu propinsi Yaman. Hal ini mengundang kebanyakan rasa takut penduduk propinsi tersebut, di mana mereka tidak bisa menemukan penjelasan ilmiah untuk fenomena aneh ini.

Penduduk yang tinggal di lingkungan Al-salam, kota Al-Hodaidah, panik akibat munculnya api dari bawah tanah sebelah cekungan drainase dan lidah asap yang mengepul dari retakan bumi.

Warga Yaman mengatakan, sejak 10 hari yang lalu secara tiba-tiba asap mengepul dan keluar dari bumi. Kemudian diikuti oleh kebakaran yang mengakibatkan retakan. Dan dua hari kemudian api semakin meningkat kobarannya. seperti dikutip dari voa-islam jumat 7 Juni 2013.

Warga menambahkan, belum ada tim khusus dari pihak yang berwenang dan otoritas daerah di propinsi tersebut yang bergerak untuk mengetahui penyebab fenomena ini yang menyebabkan kepanikan di seluruh wilayah tersebut.[usamah/imo]

Fenomena Api dari Yaman

Menyikapi berita di atas ane teringat akan hadits Rasulullah SAW yang menubuatkan 10 tanda kiamat besar yang diantaranya adalah keluarnya api dari Yaman. tentu kita jangan langsung berfikiran sempit bahwa tanda itu sudah nampak sepenuhnya. belum!, bahkan tanda-tanda pembuka belum terjadi semuanya diantaranya munculnya Imam Mahdi, dan pembenaman pasukan yang mengejarnya. sehingga tepatnya, fenomena yang baru terjadi di Yaman saat ini adalah mulai menggeliatnya tanda-tanda kiamat besar, sedangkan manusia masih dilalaikan oleh kenikmatan duniawi. wallahua'lam.

Dari Hudzaifah bin Usaid Al Ghifari ia berkata, Rasulullah pernah muncul ke hadapan kami ketika kami sedang berbincang bincang. lalu beliau bertanya, apakah yang sedang kalian perbincangkan?` mereka (para sahabat) menjawab, kami sedang memperbincangkan hari kiamat. lalu beliau bersabda; sesungguhnya kiamat itu tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda. kemudian beliau menyebut asap, dajjal, dabbah, terbitnya Matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya'juj dan Ma'juj, tiga pembenaman yaitu di timur, di barat dan Jazirah Arab, dan yang terakhir ialah keluarnya Api dari Yaman yang menggiring Manusia ketempat berkumpulnya mereka. (Shahih Muslim)

Friday, 17 May 2013

Kiswah Kain Penutup Ka'bah dan Ilmu Kebal

Sepotong kain bisa berubah menjadi azimat. Dulu, imajinasi kanak-kanak saya mempercayai hal itu. Ketika menonton seorang jawara di pasar malam yang sama sekali tak terluka setelah menyabetkan parang berulang-ulang ke tubuhnya sendiri, anak-anak bersorak. Mereka begitu percaya pada kabar yang ditiupkan: ilmu kebal sang jawara didapat dari jimat yang tersimpan di ikat pinggangnya. Apa itu? Kain Ka'bah.

Saya tak tahu entah diapakan sobekan kiswah atau kain Ka'bah itu sehingga tubuh pemakainya tak pernah berdarah. Seseorang menyebutkan kain itu dicelupkan ke air putih sebelum air ini ditenggak sang jagoan. Entah sudah berapa puluh kali #air sakti” itu diminum sehingga kain tersebut tampak putih kusam. Tak terpikir dalam benak kanak-kanak bahwa mustahil selubung Ka'bah tersebut berwarna putih, kecuali selebritas pasar malam tersebut hidup di zaman Nabi Muhammad yang memang memilih kain putih dari Yaman untuk menutup Ka'bah.

Bagaimana mungkin ia bisa menyobek kiswah yang sebenarnya tebal itu? Kiswah juga tampak begitu kuat dengan cincin-cincin yang mengunci di kaki-kaki bangunan Ka'bah yang bertinggi 14 meter itu. Di sekeliling Ka'bah, polisi dengan mata nyalang juga mengawasi dengan ketat setiap anggota jemaah yang berbuat ganjil. Setiap bidah yang bisa menggiring kepada kemusyrikan tak mendapat tempat di Tanah Suci.

Tapi, apa yang mustahil di tangan anak-anak? Semua tampak hidup di alam pikiran anak-anak. Dalam alam pikiran para bocah ini, rebusan kain ini tak cuma punya tuah ilmu kebal, tapi juga bisa menyembuhkan rupa-rupa penyakit. Pendek kata, kain ini tergolong jimat sapu jagat. Semua bisa, meski tak pernah terbuktikan.

Imajinasi kanak-kanak yang mengundang senyum inilah yang muncul kembali dalam ingatan ketika saya mengunjungi pabrik pembuatan kiswah di kawasan Ajyad di Mekah, Arab Saudi, pertengahan April lalu. Kunjungan ini dilakukan setelah 22 orang pengajar universitas dan pesantren dari berbagai daerah yang diundang Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia melaksanakan ibadah umrah pada pertengahan April lalu.

Saya jelas punya kesempatan lebih besar dibanding jawara pasar malam itu untuk mendapatkan potongan kiswah. Tak cuma melihat, saya bisa memegangnya langsung, nyaris tanpa pengawasan. Saya juga dengan mudah bisa mengambil gulungan benang sutra, bahan pembuatan kiswah, dari puluhan mesin pemintal yang berbaris rapi di pabrik yang telah berdiri selama 30 tahun itu. Saya bisa merasakan kelembutannya, bahkan mencium aroma pintalannya. Saat itu, kesempatan menggenggam ”ilmu kebal” benar-benar berada di depan mata.

Tapi saya justru lebih terpesona menyaksikan gerakan puluhan seniman yang menyulam secara manual kain tersebut ketimbang tenggelam dalam mitos masa kecil. Ada 285 karyawan, dari yang bertugas menenun, memberi warna hitam, emas, dan perak, lalu membuat kaligrafi, merajut kain dasar, kemudian memprogram kalimat-kalimat tauhid di komputer sebelum ditorehkan ke permukaan kain, hingga tugas para penyulam itu. Mereka tampak khusyuk menikmati setiap jalinan benang yang ditisikkan ke dalam kain hitam.

#Mereka bekerja penuh konsentrasi, tak boleh salah,” kata Ali bin Suud, juru bicara pabrik kiswah yang berada di bawah Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi itu. Saya melihat tak jauh dari Ali, seorang karyawan yang terbatuk-batuk dan menghentikan pekerjaannya. Segera terpikir, ia yang sehari-hari menyentuh kain yang dalam bayangan masa kecil seharusnya ”menyembuhkan” itu ternyata terserang flu. Ah, berantakan sudah imajinasi yang telah bertahan bertahun-tahun.

Di pabrik dengan luas 10 hektare itu, 85 penyulam bekerja menyelesaikan dua kiswah setiap tahun. Satu kiswah dipasang di bangunan yang menjadi kiblat umat Islam seluruh dunia itu. Tingginya 14 meter dan memiliki lebar 7,5 meter pada tiap sisinya. Jadwal pemasangan kiswah itu selalu tetap: tiap tanggal 9 Zulhijah, ketika jemaah haji berangkat ke Arafah untuk memulai rangkaian ibadah haji. Kiswah satu lagi? ”Jadi cadangan, digunakan jika kain yang pertama cacat atau robek ketika dipasang.”

Puluhan seniman itu menyulam selama 8,5 bulan. Mereka mengerjakannya dalam 47 potong kain. Sebagian mengerjakan potongan kain yang bertulisan kalimat syahadat, sebagian lagi menyulam surat Ali Imran ayat 96, Al-Baqarah ayat 144, surat Al-Fatihah, dan surat Al-Ikhlas. Ada pula yang merajut asma-asma Allah yang dimuliakan. ”Pengerjaannya per bagian, lalu dijahit menjelang dipasang di Ka'bah,” kata Ali.

Seluruh proses itu membutuhkan 999 gulung benang sutra yang jika dibentangkan panjangnya lebih dari satu kilometer per benang. Berat benang sutra tersebut mencapai sekitar 670 kilogram. Ini belum termasuk bordir yang berisi 15 kilogram benang emas. Lantaran menggunakan bahan baku yang sangat berharga seperti sutra, emas murni, maupun perak, harga produksi kiswah pun sangat mahal, sekitar Rp 50 miliar!

Dari mana sutra-sutra mahal itu didapat? ”Sutra diimpor dari Italia, mesin pemintalnya dari Swiss,” kata Ali. Sutra terbaik Italia berpusat di Provinsi Firenze, sebuah daerah yang sering disebut sebagai ”ibu kota Eropa untuk komoditas sutra dan wol”. Firenze, yang berpusat di Florence, tak seperti kota Roma yang menyerap semua unsur-unsur Romawi kuno maupun modern. Firenze menolak semua pengaruh non-Renaissance. Firenze pernah menjadi ibu kota Italia di abad ke-19.

Jika kini pemerintah Saudi lebih memilih Italia sebagai ”kiblat” sutra buat kain Ka'bah, penguasa tanah Hijaz (Arab Saudi) zaman dulu ternyata memilih kain dari Yaman, Irak, atau Mesir. Ka'bah pertama kali »berpakaian” pada 2.500 tahun silam, ketika suku Jurhm dari Yaman menguasai tanah Hijaz. Raja Tuba dari Hymir, Yaman, memasang kiswah berwarna merah yang didatangkan dari negeri itu.

Pada zaman leluhur Nabi Muhammad, pemasangan kiswah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy. Keluarga Abdul Muthalib, kakek nabi yang mendapat amanat menjaga Ka'bah, menyelubungi Ka'bah dengan kain putih dari Yaman. Pemasangan kain itu bertujuan melindungi dinding Ka'bah dari kotoran, debu, serta panas. Kiswah juga berfungsi sebagai hiasan.

Ketika Mekah diambil oleh kaum muslimin, mereka memutuskan untuk menanggalkan kiswah. Tapi kebakaran besar di sekitar Ka'bah membuat Nabi kembali memerintahkan agar Ka'bah dibungkus dengan kain putih dari Yaman. Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman mengikuti tradisi menyarungi Ka'bah dengan memilih kain Koptik berwarna putih dari Mesir. Situs Emel.com menulis, kain halus ini dihasilkan oleh keturunan Kristen dari masyarakat Mesir kuno. Saat itu komunitas Kristen Koptik memang dikenal sebagai perajin kain dengan cita rasa seni yang tinggi.

Berikutnya, seiring bergantinya khalifah, Ka'bah pernah bersalin baju dengan rupa-rupa warna: merah, kuning, hijau, dan hitam. Jadwal pemasangannya pun pernah di bulan Muharam dan Ramadan. Namun, sejak Khalifah al-Mamun dari Dinasti Abbasiyah berkuasa, warna kiswah ditetapkan tak berubah dari waktu ke waktu: hitam. Lalu, pada 1340, tradisi pembuatan bordir diperkenalkan oleh penguasa Mesir. (yahoo)


Friday, 3 May 2013

Tahun Ini Akan Terjadi 5 Gerhana Matahari dan Bulan

Tahun Ini Akan Terjadi 5 Gerhana Matahari dan Bulan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gerhana matahari cincin (GMC) akan terjadi pada 9-10 Mei 2013. Tahun Ini Akan Terjadi 5 Gerhana Matahari dan Bulan

Berdasarkan situs resmi BMKG yang dilansir di Jakarta, Jumat, menyebutkan gerhana matahari cincin tersebut dapat diamati dari Samudra Pasifik, Australia, Singapura, Indonesia kecuali Sumatera bagian Utara dan Filipina bagian Selatan.

Di Australia dan Pasifik akan mengalami gerhana matahari cincin. Sementara di Indonesia kecuali Sumatera bagian Utara, akan berupa gerhana matahari sebagian (GMS) pada 10 Mei 2013 yang dapat disaksikan pada pagi hari.

Fase GMC, di mana gerhana mulai pada 21 25.1 UT, gerhana cincin mulai di 23 32.6 UT, dan puncaknya pada 00 19.6 UT, gerhana cincin berakhir 02 17.8 UT serta gerhana berakhir pada 03 25.3 UT.

Namun, waktu untuk setiap fase di setiap lokasi bisa berbeda dengan waktu-waktu tersebut, karena tergantung pada posisi lokasi pengamat di permukaan bumi dan posisi bulan dan matahari nisbi terhadap posisi pengamat.

Gerhana mulai dapat terlihat di Kupang, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Merauke dan Jayapura. Selain Kupang dan Manado, masyarakat di enam daerah lainnya beruntung bisa menyaksikan puncak gerhana hingga gerhana berakhir.

Sementara puncak gerhana juga bisa dilihat masyarakat di Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Manado, Kendari, Palu, Makassar.

Sedangkan gerhana berakhir bisa dilihat dari Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Manado, Kendari, Palu, Makassar.

Gerhana matahari adalah fenomena alam di mana terhalanginya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.

Peristiwa tersebut terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan dan hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya.

Di 2013, diprediksikan terjadi lima kali gerhana yaitu dua gerhana matahari dan tiga kali gerhana bulan. kalau kita sedikit membahas mengenai tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi dengan fenomena gerhana matahari dan bulan, berarti kita tinggal mengamati setiap tahun khususnya di bulan Ramadhan karena berdasarkan sebuah riwayat akan terjadi dua gerhana di bulan Ramadhan sebelum kemunculan Imam Mahdi. wallahu a'lam. 


Berkata Muhammad bin Ali al-Hanafiah RH,
"Bagi al-Mahdi ada dua tanda (yang bakal terjadi) yang mana kedua-dua tanda ini belum pernah terjadi kepada siapa pun sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Dua hal itu adalah bulan yang memancarkan cahaya merah pada awal bulan Ramadan dan matahari (pula) memancarkan cahaya merah pada pertengahan bulan Ramadan (bulan yang sama)."

Ucapan ini menambahkan dua tanda lagi untuk menunjukkan bahwa Imam Mahdi akan segera muncul ke dunia ini yaitu bulan yang memancarkan cahaya merah (gerhana bulan) pada awal bulan Ramadan dan matahari itu akan memancarkan cahaya merah (gerhana matahari) pada pertengahan bulan Ramadan yaitu dalam bulan yang sama. 

Apakah tanda-tanda ini akan benar-benar terjadi atau tidak, tidaklah terlalu penting, sebab yang lebih penting bagi sekalian umat Islam adalah munculnya pribadi yang bergelar Imam Mahdi itu sendiri. Itulah yang paling penting bagi kita semua dari sekalian yang lain. Namun, apa yang diucapkan oleh Muhammad bin Ali Al-Hanafiah RA ini insya-Allah akan terjadi juga pada suatu hari nanti.

Friday, 19 April 2013

Kalian Bersama dengan Orang Yang Kalian Cintai

Kalian Bersama dengan Orang Yang Kalian Cintai
Bismillah...Masalah cinta adalah masalah agung yang mendera setiap kalbu dan berkembang dalam setiap jiwa akan insan yang hidup dan berharap. Cinta mampu membuat gurun bersabar dalam kegersangan asal langit tak tersakiti hatinya. 

Begitulah yang terjadi, berapa banyak manusia yang rela tersakiti asalkan sang tercinta mampu melenggang dalam nafas yang terburai damai, berurai kehidupan dan harum misik yang bertebaran. Kalaulah bukan karena cinta, tak mungkin Khubaib ibn Arts rela dipukul mata pedang, kalaulah bukan karena cinta, tak mungkin juga Salman Al Farisi rela bersafar menuju hijaz hingga dijual sebagai seorang budak. 

Cinta mampu membuat yang terang menjadi buram, yang hitam menjadi putih, dan yang hidup menjadi mati. Berapa banyak pemenang dimedan laga jatuh bertekuk lutut hanya karena panah yang terlepas dari mata menuju hati. Sesungguhnya setiap sungai memiliki hilir dan setiap laut memiliki muara, namun sungai cinta tak berhilir dan laut cinta tak bermuara.

Peliknya masalah cinta membuat kebanyakan manusia terlepas dari roda-roda kodrati kehidupan yang ditetapkan Allah Sang pencipta alam. Cinta terhadap sosok manusia membuat mereka melupakan hal asasi yang mengakibatkan diciptakannya bumi dan tujuh lapis langitnya. 

Inilah akar masalahnya, betapa banyak ummat Muhammad yang kemudian buta akan hakikat hidup dan kehidupan. Tak apalah apabila yang dicinta dari kalangan para nabi, shahabat, maupun orang-orang sholih yang istiqomah dalam manhaj yang lurus dan sesuai titah Sang Maha Mulia. Karena sudah seharusnya cinta yang murni memang untuk Rabb yang Maha Esa, sedang kerak-kerak cinta yang tersisa untuk para pecinta dan peniti jalannya. 

Namun, apa yang terjadi jika yang dicinta adalah para penentang? Dari kalangan penyembah salib dan penyembah api majusi, dari mereka yang menghinakan Allah Sang Penguasa Alam, bahkan karena perkataan merekalah hampir-hampir langit menggelegak dan pecah karena marahnya,

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا [١٩:٨٨]لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا [١٩:٨٩]تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا [١٩:٩٠]أَن دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا [١٩:٩١]

19: 88. Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) seorang anak.” 89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar 90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh 91. karena mereka menda’wakan bahwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak

Lihatlah disana sini, mungkin yang salah mencinta itu dari saudarimu, mungkin pula ia dari saudaramu atau bahkan ia adalah dirimu sendiri. Cinta yang salah itu bisa menjadikan seorang pencintanya rela berpeluh menempuh jarak yang jauh, mengerahkan segala harta dan jiwanya untuk hal-hal yang mustahil, membakar diri mengarungi gurun demi meraih matahari, demi meraih bola mata yang ia cinta.

Sifat cinta mampu menimbulkan gejolak hati yang sangat dalam, melebihi dalamnya samudra di laut yang terjauh maupun dalamnya jurang yang paling dalam. Hal-hal ini telah terjadi berulangkali, berputar dalam rekam sejarah. Lihatlah bagaimana jauhnya perbedaan cinta seorang hamba Allah Yang Maha Tinggi dengan cinta hamba syaithan yang maha rendah,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ [٢:١٦٥]

2: 165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)

Wahai orang yang berakal, hendak kemanakah kau akan langkahkan kakimu? Hendak kemanakah kau condongkan hatimu? Sesungguhnya cinta bagaikan potongan-potongan ruh yang terpisah. Masing-masing potongan saling mencari potongan lain, meski pada akhirnya tidak selalu bertemu pada tempat yang seharusnya. 

Namun pada akhirnya dia akan bertemu pada tempat yang lain, tempat yang tidak akan pernah mereka duga. Hanya saja, cinta yang salah akan melahirkan derita sebagaimana cinta yang benar melahirkan kebahagiaan.

Dari Abdullah bin Masud r.a, ia berkata:
Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw dan berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum namun dia belum dapat bertemu dengan mereka? Rasulullah saw menjawab: Seseorang akan bersama orang yang dicintainya (HR. Muslim/1520)

Sungguh menakjubkan jika cinta itu jujur keluar dari dalam hati. Kau telah melihat betapa banyak manusia yang terlalaikan dan tergadaikan cintanya kepada seorang pemaksiat atau pengingkar. Mereka melabuhkan cintanya pada para penyanyi hina, para pemusik yang dilaknati Allah, para artis yang mengajarkan membuka aurat, maupun para pemain yang membuat lalai diri mereka dari hal yang penting. 

Mereka menjadikan setiap mereka sebagai teladan. Mereka ikuti kebiasaan mereka, tingkah laku mereka, dan sifat-sifat mereka sampai ketika Al Haq datang untuk menjemput nyawanya, mereka menolak serta berat untuk berpisah dengan dunia. Betapa mengerikan apa yang terjadi, kemudian mereka di kumpulkan pada hari dimana seluruh manusia tertunduk dalam penyesalan. 

Ia kemudian digiring menuju api yang menyala-nyala, tempat para cinta mereka mangaduh dan menggigit jarinya. Tempat para cinta mereka dibelenggu dalam kepungan api jahanam, akibat perbuatan fasad yang mereka lakukan di atas bumi.

Adapun orang beriman, mereka berusaha meniti jalan orang-orang yang mereka cinta dalam menumpahkan segala kerinduan kepada Rabb Yang Maha Mencinta. Hati mereka lalai dari hal-hal remeh berkaitan dengan seonggok sampah dunia. Hati mereka terlanjur sibuk dipenuhi kerinduan akan surga yang telah dijadikan sebagai tempat tinggal para manusia terbaik yang ia cintai.

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا [٤:٦٩]

4: 69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Alangkah indahnya akhir kedudukan orang yang benar cintanya. Nafas mereka tak terhembus sedetikpun dalam kesia-siaan, hati mereka selamat dari hal-hal yang mengerikan, nikmat telah ditetapkan atasnya. Memang mereka adalah manusia yang jasadnya berjalan di atas bumi, namun jiwanya telah tinggi tergantung di atas langit.

Kupeluk dia dan setelah itu jiwa terus merindu
Adakah kedekatan setelah pelukan?
Kupenuhi mulut dengan air agar hilang dahagaku
Namun setiap teguk hanya menambah rasa haus
Wahai engkau yang jiwaku selalu bergelora
Sampai saatnya dua jiwa kita bersatu (1)

Ketahuilah, perhatikan siapa yang hatimu tercurah kepadanya, basuhlah hatimu dengan embun kejujuran karena dinginnya mampu menyegarkan jiwa yang gersang kering kerontang. Perhatikanlah sebelum terlambat, takutlah kepada Dia yang maha membolak-balikkan isi hati, sungguh cinta yang benar akan mengumpulkan seseorang dalam kebaikan.

Dari Anas bin Malik ra.:
Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw: Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah saw. bersabda: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: Cinta Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw. bersabda: Kamu akan bersama orang yang kamu cintai (HR. Muslim/1519)

Sungguh, di akhirat nanti kau akan dikumpulkan bersama dengan siapa yang kau cintai selama ini (eramuslim)

(1)Syair karya Ibn Al Rumi dalam Abu Hilal Al Askari, Diwan Al Ma’ani (Mesir, 1352)

Detik-Detik Terakhir Kehidupan Rasulullah SAW (2 – Habis)

Bismillah,,,
SETELAH turun ayat Alquran yang terakhir itu Nabi Muhammad SAW menjalani hidupnya 81 hari lagi. Setelah ayat itu turun beliau naik ke atas mimbar mengucapkan khutbah sambil menangis, dan hadirin mendengarkannya sambil bercucuran air mata pula. Suatu khutbah yang mendebarkan hati dan menegakkan bulu roma, tetapi di samping itu juga khutbah yang mengungkapkan harapan- harapan dan peringatan- peringatan.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya setelah dekat waktu wafatnya Rasulullah, beliau memerintahkan Bilal supaya adzan, memanggil manusia sholat berjamaah. Maka berkumpullah kaum Muhajirin dan Anshor ke masjid Rasulullah SAW. Setelah selesai sholat dua rakaat yang ringan kemudian beliau naik ke atas mimbar lalu mengucapkan puji dan sanjung kepada Allah SWT. Dan kemudian beliau membawakan khutbahnya yang sangat berkesan, membuat hati dan mencucurkan air mata. Beliau berkata antara lain:

“Sesungguhnya aku ini adalah Nabimu, pemberi nasihat dan da’i yang menyeru manusia ke jalan Allah dengan izinNya. Aku ini bagimu bagaikan saudara yang penyayang dan bapak yang pengasih. Siapa yang merasa teraniaya olehku diantara kamu semua, hendaklah ia bangkit berdiri sekarang juga untuk melakukan qisas kepadaku sebelum ia melakukannya di hari kiamat nanti.”

Sekali dua kali beliau mengulangi kata-katanya itu, dan pada ketiga kalinya barulah seorang laki-laki bernama ‘Ukasyah Ibnu Muhsin’ berdiri di hadapan Rasulullah.

Ukasyah berkata, “Ibuku dan ayahku menjadi tebusanmu, ya Rasul Allah. Kalau tidaklah karena engkau telah berkali-kali menuntut kami supaya berbuat sesuatu atas dirimu, tidaklah aku berani tampil untuk memperkenankannya. Sesuai dengan permintaanmu. Dulu aku pernah bersamamu di medan Perang Badar sehingga untaku berdampingan sekali dengan untamu, maka aku pun turun dari atas untaku dan aku menghampiri engkau, lantas aku pun mencium paha engkau.

“Kemudian engkau mengangkat cambuk memukul untamu supaya berjalan cepat, tetapi engkau sebenarnya telah memukul lambung sampingku; aku tidak tahu apakah itu dengan engkau sengaja atau tidak ya Rasul Allah, ataukah barangkali maksudmu dengan itu hendak melecut untamu sendiri?”

Rasulullah menjawab: “Maha suci Allah, ya ‘Ukasyah, bahwa Rasulullah akan bermaksud memukul engkau dengan sengaja.”

Kemudian Nabi menyuruh Bilal supaya pergi ke rumah Fatimah, “Ambil cambukku darinya,” kata beliau.

Bilal segera ke luar masjid dengan tangannya diletakkannya di atas kepalanya keheranan sambil berkata sendirian, “Inilah Rasulullah memberikan kesempatan qisas terhadap dirinya!”

Diketuknya pintu rumah Fatimah yang menyahut dari dalam, “Siapakah di luar?”

“Akudatang kepadamu untuk mengambil cambuk Rasulullah,” jawab Bilal.

“Apakah yang akan dilakukan ayahku dengan cambuk ini?” tanya Fatimah pada Bilal.

“Ya Fatimah! Ayahmu memberikan kesempatan kepada orang untuk mengambil qisas atas dirinya,” Bilal menjawab.

“Siapakah pula gerangan itu yang sampai hati untuk mengqisas Rasulullah?” tukas Fatimah keheranan.

Bilal pun mengambil cambuk dan membawanya masuk masjid, lalu diberikannya kepada Rasulullah, dan RAsulullah pun menyerahkannya ke tangan Ukasyah.

Tatkala hal itu dilihat Abu Bakar sidik dan Umar ra, keduanya berkata kepada ‘Ukasyah: “Hai Ukasyah! Kami sekarang berada di hadapanmu, pukul-qisaslah kami berdua, dan jangan sekali- kali engkau pukul Rasulullah saw!”

Rasulullah menyela dengan katanya, “Duduklah kalian keduanya, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua!”

Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Thalib sambil berkata, “Hai ukasyah! Aku ini sekarang masih hidup di hadapan Rasulullah. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan qisas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka kisaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tangan engkau sendiri!”

Nabi menukas pula, “Allah telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali!”

Kemudian tampil pula kedua kakak beradik, Hasan dan Husein. “Hai Ukasyah! Bukankah engkau telah mengetahui, bahwa kami berdua ini adalah cucu kandung RAsulullah, dan qisaslah terhadap diri kami dan itu berarti sama juga dengan mengqisas Rasulullah sendiri!”

Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan kata beliau:, “Duduklah kalian keduanya, wahai penyejuk mataku!”

Dan akhirnya Nabi berkata, “Hai Ukasyah! Pukullah aku jika engkau berhasrat mengambil qisas!”

“Ya Rasul Allah! sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak memakai kain di badanku,” kata Ukasyah.

Lantas tanpa bicara Rasulullah segera membuka bajunya, maka berteriaklah kaum muslimin yang hadir sambil menangis.

Maka tatkala Ukasyah melihat putih tubuhnya Rasulullah, ia segera mendekat tubuh Nabi dan mencium punggung beliau sepuas-puasnya sambil berkata: “Tebusanmu Rohku ya RAsul Allah, siapakah yang tega sampai hatinya untuk mengambil kesempatan mengqisas engkau, ya Rasul Allah? Aku sengaja berbuat demikian hanyalah karena berharap agar tubuhku dapat menyentuh tubuh engkau yang mulia, dan agar Allah SWT dengan kehormatan engkau dapat menjagaku dari sentuhan api neraka.”

Akhirnya berkatalah Nabi SAW, “Ketahuilah wahai para sahabat! Barangsiapa yang ingin melihat penduduk syurga, maka melihatlah kepada pribadi laki-laki ini.”

Lantas bangkit berdirilah kaum muslimin beramai-ramai mencium Ukasyah di antara kedua matanya. dan mereka berkata: “Berbahagialah engkau yang telah mencapai derajat yang tinggi dan menjadi teman Rasulullah saw di surga kelak!” [Islampos] 


Detik-detik terakhir kehidupan Rasulullah SAW (bag 1)

Detik-Detik Terakhir Kehidupan Rasulullah SAW (1)

Detik-Detik Terakhir Kehidupan Rasulullah SAW (1)
DIRIWAYATKAN, bahwa setelah turun wahyu Al quran Surat Almaidah ayat 3, menangislah Umar bin Khattab ra. Maka Nabi SAW berkata kepadanya, “Apakah gerangan yang menyebabkan engkau menangis, hai Umar? ”

Umar menjawab, “Kita semua sudah berada dalam agama yang sempurna. Tetapi bila ia sudah sampai kepada titik puncak kesempurnaan, maka diatas itu tidak ada lagi yang lain, kecuali suatu kemunduran.”

Nabi menukas, “Benar engkau!”

Ayat Al-Maidah 3 diturunkan di Padang Arafah pada hari Jumat sesudah Ashar, yakni di saat Nabi berkendaraan di atas untanya. Sesudah itu apa-apa yang berkenaan dengan perintah- perintah yang fardhu tidak turun- turun lagi dari langit.

Pada mulanya Nabi tidak mampu untuk mendugaduga kemungkinan- kemungkinan yang terselip dalam arti yang di atas sehingga beliau hanya terengah dan bertelekan di atas untanya saja. Unta pun berhenti terhenyak dan Malaikat Jibril pun datanglah sambil berkata kepada Nabi, “Ya Muhammad! Hari ini telah sempurna urusan agamamu, telah selesai apa yang diperintahkan Tuhanmu dan juga segala apa yang dilarangNya. Dari itu, kumpulkanlah semua sahabatmu, dan beritahukan kepada mereka, bahwa aku tidak akan turun- turun lagi membawa wahyu kepadamu sesudah hari ini!”

Maka pulanglah Nabi dari Makkah kembali ke Madinah. Di sana dikumpulkanlah oleh beliau para sahabatnya dan dibacakanlah ayat ini kepada mereka serta diberitahukannya apa yang dikatakan Jibril padanya itu.

Semua sahabat menjadi gembira mendengarnya kecuali Abu Bakar. Para sahabat berkata, “Telah sempurnalah agama kita!”

Tetapi Abu Bakar Asshidiq pulang ke rumahnya sendirian dalam keadaan murung dan sedih. Dikuncinya pintu rumahnya dan ia pun sibuk menangis sepanjang malam dan siang. Hal itu didengar oleh para sahabat dan mereka berkumpul bersama-sama untuk mendatangi rumah Abu Bakar assidiq ra.

“Kenapa kerjamu menangis saja, hai Abu bakar, di saat orang lain semua bersuka ria. Bukankah Tuhan telah menyempurnakan agama kita?” tanya para sahabat.

Abu bakar sidiq ra menjawab: “Kamu semua tidak tahu bencana-bencana apakah kelak yang akan terjadi menimpa kita semua. Apakah kamu tidak mengerti bahwa tidak ada sesuatu apabila ia telah sampai kepada titik kesempurnaan, melainkan itu berarti permulaan kemerosotannya. Dalam ayat terbayang perpecahan di kalangan kita nanti, dan nasib HAaan Husein yang akan menjadi anak yatim, serta para isteri Nabi yang menjadi janda.”

Mendengar itu terpekiklah para sahabat dan dalam suasana penuh keharuan mereka menangislah semuanya, dan terdengarlah ratap tangis yang sayu dari rumah Abu Bakar itu oleh para tetangga yang lain. Mereka datang langsung kepada Nabi Muhammad SAW sendiri sambil menanyakan kepada beliau tentang hakikat kejadian yang sebenarnya.

“Ya Rasul Allah, kami tidak tahu keadaan yang menimpa diri para sahabat, kecuali kami hanya mendengar pekik tangis mereka belaka.”

Mendengar itu berubahlah wajah Rasulullah dan ia pun bertanya, : “Apakah yang kalian tangiskan?”

Yang menjawab adalah Ali, “Abu bakar berkata kepada kami, ‘Sesungguhnya aku mendengar angin kematian RAsulullah berdesir melalui ayat ini,’ dan dapatkah ayat ini dijadikan bukti bagi kematian engkau?”

Nabi menjawab, “Benarlah Abu Bakar dalam segala apa yang dikatakannya itu. Telah dekat masa kepergianku dari kalian semua, dan telah datang masa perpisahanku dengan kalian semua.”

Penegasan Nabi itu adalah isyarat, bahwa benarlah Abu bakar seorang yang paling arif dan cerdas di antara para sahabat Nabi. Dan ketika Abu Bakar mendengar ucapan Nabi itu, ia pun berteriak dan lantas jatuh pingsan. Ali menjadi gemetar, para sahabat menjadi gelisah; mereka semua ketakutan dan menangis menjadi-jadi. Begitu juga para malaikat di langit, makhluk-makhluk yang melata di bumi.

Kemudian Nabi bersalam berjabat tangan dengan satu demi satu para sahabat mengucapkan perpisahan dan beliau pun menangislah sambil memberikan amanah nasihat kepada mereka semua. [islampos]

BERSAMBUNG